Untuk mendukung pemadaman dari udara, dua helikopter bantuan BNPB telah tiba di Lampung sejak Selasa (25/8). Keduanya terdiri dari helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan helikopter Sikorsky UH-60A registrasi N360UH.
Kedua armada tersebut disiagakan untuk melakukan water bombing pada titik-titik kebakaran yang terdeteksi, dengan prioritas penanganan di kawasan TNWK.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa operasi udara tersebut tidak berdiri sendiri. Di lapangan, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan tetap melakukan pemadaman, penyekatan, serta pemantauan di kawasan terdampak.
“Ini kerja bersama. BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, relawan, semuanya bergerak. Ada yang memantau dari satelit, ada yang menganalisis kondisi cuaca, ada yang menjalankan OMC, ada yang melakukan water bombing, dan tim di darat juga terus bekerja,” kata Gubernur Mirza.
Menurutnya, pola kerja tersebut penting untuk memastikan penanganan karhutla dilakukan sejak deteksi awal hingga pemadaman.
“Kita tidak ingin hanya memadamkan api yang sudah besar. Kita ingin setiap titik terdeteksi sedini mungkin, segera direspons, dan kita cegah supaya tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Gubernur Mirza berharap sinergi seluruh unsur tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla di TNWK dan wilayah Lampung lainnya, sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
“Semua ikhtiar kita lakukan. Targetnya jelas, karhutla segera tertangani, tidak meluas, dan masyarakat serta lingkungan di Lampung tetap aman,” pungkasnya.