"Semua ini untuk memakmurkan petani. Kalau petani makmur, insyaallah Provinsi Lampung juga akan makmur. Kalau petani maju, insyaallah Provinsi Lampung juga akan semakin maju," ujarnya.
Sementara itu, Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Tin Latifah mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung terhadap pelaksanaan PM-AAS, termasuk dukungan pupuk organik melalui program PHC.
Ia mengatakan Lampung merupakan salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional. Lampung juga termasuk lima besar provinsi yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional.
"Oleh karena itu, apabila produksi di Lampung mengalami penurunan, tentu capaian produksi nasional juga akan ikut terdampak," kata Tin.
Menurutnya, hasil demfarm di Seputih Raman menunjukkan adanya potensi besar peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, pengelolaan budidaya yang tepat, dan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menilai produktivitas padi di atas 10 ton per hektare bukan sesuatu yang mustahil jika seluruh komponen tersebut diterapkan secara tepat.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan Demfarm PM-AAS di Desa Rama Nirwana dilaksanakan pada lahan seluas 100 hektare.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Lampung atas dukungan PHC dalam pelaksanaan demfarm tersebut. Menurutnya, PHC menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan PM-AAS, terutama untuk mendukung penggunaan bahan organik dan meningkatkan kualitas budidaya pertanian.
"PHC menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan PM-AAS, khususnya dalam mendukung penggunaan bahan organik dan peningkatan kualitas budidaya pertanian," ujarnya.
Endro mengatakan panen perdana demfarm telah dilaksanakan pada 7 Agustus 2026. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas pada tiga titik pengukuran masing-masing mencapai 10,6 ton, 11,46 ton, dan 11,7 ton per hektare.
Dengan demikian, rata-rata produktivitas dari tiga ubinan tersebut mencapai sekitar 11,2 ton per hektare.
"Capaian ini merupakan hasil yang luar biasa, terlebih di tengah kondisi kemarau dan fenomena El Nino," kata Endro.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani, pendampingan penyuluh, penerapan teknologi PM-AAS, serta dukungan berbagai pihak, termasuk PHC melalui program Pemprov Lampung.
Keberhasilan demfarm tersebut menjadi pijakan bagi Pemprov Lampung dan Kementan untuk memperluas penerapan PM-AAS di Lampung. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan kontribusi Lampung terhadap produksi pangan nasional.