Jumat, 21 Agustus 2026

Panen Demfarm PM-AAS Lampung Tembus 11,2 Ton per Hektare

Photo Author
Adi Chandra Gutama, Akarpost.com
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Lampung Tengah - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan dukungan Pupuk Hayati Cair (PHC).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui panen raya Demfarm PM-AAS di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Demfarm PM-AAS yang didukung PHC dari Pemprov Lampung pada lahan seluas 100 hektare menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan hasil pengukuran melalui metode ubinan, potensi produktivitas padi mencapai rata-rata sekitar 11,2 ton per hektare.

Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern melalui PM-AAS mampu meningkatkan hasil produksi padi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keberhasilan demfarm tersebut menunjukkan bahwa kegiatan percontohan atau piloting PM-AAS di Provinsi Lampung telah memberikan hasil positif.

"Alhamdulillah, pemodelan PM-AAS yang dilaksanakan di Lampung hari ini telah memasuki tahap panen. Hasil pengukuran melalui metode ubinan juga sangat menggembirakan, dengan potensi produktivitas mencapai rata-rata 11,2 ton per hektare. Ini menunjukkan bahwa kegiatan percontohan atau piloting PM-AAS telah berhasil," ujar Gubernur Mirza.

Ia menyampaikan pada tahap berikutnya, Pemprov akan mendorong ekstensifikasi agar model tersebut dapat diterapkan pada lahan persawahan diseluruh Lampung. 

"Kami menyadari bahwa PM-AAS di Lampung mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dibandingkan hasil panen sebelumnya, kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, tentu akan semakin meningkat," katanya.

Mirza menjelaskan Lampung mendapat target penerapan PM-AAS hingga akhir tahun 2026 seluas 35 ribu hektare. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Lampung akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementan.

"Karena itu, kami akan fokus membantu dan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar target 35 ribu hektare tersebut dapat tercapai," katanya.

Selain penerapan PM-AAS dan PHC, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan pengairan dan indeks pertanaman (IP) sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi padi.

Melalui berbagai upaya tersebut, target produksi padi Lampung pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta ton. 

"Jika penerapan PM-AAS diperluas dan indeks pertanaman terus meningkat, produksi padi Lampung pada tahun depan berpeluang mencapai 4 juta ton," ujarnya. 

Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Halaman:

Editor: Adi Chandra Gutama

Sumber: Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Polres Tanggamus Teguhkan Semangat Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Gubernur Mirza Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Lampung

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Jelang HUT RI, Polres Tanggamus Bagikan Ribuan Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:50 WIB
X