Senin, 17 Agustus 2026

IKN Tak Disebut, Bukan Berarti Ditinggalkan

Photo Author
Adi Chandra Gutama, Akarpost.com
- Senin, 17 Agustus 2026 | 16:49 WIB

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung 

MENURUT saya, pidato Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menyampaikan pesan kebijakan yang cukup jelas. Ibu Kota Nusantara (IKN) memang tidak disebut secara khusus dalam delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) APBN 2027. Namun, jangan sampai ketidaktercantuman nama IKN tersebut langsung diterjemahkan bahwa pemerintah telah meninggalkan atau menghentikan pembangunannya.

IKN tetap berjalan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur dan kewilayahan. Pemerintah juga telah menetapkan anggaran pembangunan IKN secara bertahap dan menargetkan Nusantara dapat berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028.

Jadi, yang berubah bukan keberadaan IKN, melainkan skala prioritas pemerintah. 

Dan menurut saya, perubahan tersebut justru merupakan langkah yang tepat. Pemerintah harus mampu membaca kebutuhan bangsa secara realistis. Pembangunan IKN merupakan agenda strategis jangka panjang, tetapi pada saat yang sama masyarakat membutuhkan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pangan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, kemandirian energi, lapangan pekerjaan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang tidak bisa ditunda.

Karena itu, ketika pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor-sektor tersebut, saya melihatnya sebagai bentuk keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Kita tentu tetap mendukung pembangunan IKN. Indonesia membutuhkan pusat pemerintahan baru yang modern, representatif dan mampu menjadi simbol kemajuan bangsa.

Namun pembangunan tidak boleh hanya diukur dari seberapa megah gedung yang dibangun atau seberapa modern sebuah kota.

Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling penting adalah seberapa besar rakyat merasakan manfaatnya. 

Tidak ada gunanya sebuah negara memiliki kota pemerintahan yang megah jika masih banyak masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, mendapatkan pendidikan berkualitas, memperoleh pelayanan kesehatan atau mencari pekerjaan.

Karena itu, menurut saya, tidak perlu mempertentangkan IKN dengan kesejahteraan rakyat. 

IKN tetap dapat dibangun secara bertahap sesuai kemampuan keuangan negara. Sementara kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan perhatian yang lebih cepat dan lebih luas. 

Justru di sinilah pentingnya keberanian pemerintah menentukan prioritas. Presiden tidak hanya dituntut membangun untuk masa depan, tetapi juga menyelesaikan persoalan rakyat hari ini.

Halaman:

Editor: Adi Chandra Gutama

Sumber: Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

IKN Tak Disebut, Bukan Berarti Ditinggalkan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:49 WIB

Uang Rakyat, Sekolah Gratis, Oknum Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:33 WIB

Riza Rahmayadi dan Harapan Baru KNPI Pesawaran

Minggu, 24 Mei 2026 | 20:19 WIB
X